SERANG, SB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang membangun kembali Tembok Penahan Tanah (TPT) Kantor Kecamatan Ciomas, tepatnya di Kampung Kurung Kotok, Desa Panyaungan Jaya.
TPT di sekitar Kantor Kecamatan Ciomas jebol tergerus air dari atas pegunungan akibat tingginya intensitas hujan pada pekan lalu.
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang mengatakan, jebolnya tembok penahan tanah pada bagian samping dan belakang Kantor Kecamatan Ciomas akibat tingginya intensitas hujan pada pekan lalu.
Terlebih, kata dia, saluran air di areal kantor kecamatan kurang maksimal mengakibatkan TPT jebol pada bagian samping yang merusak akses jalan warga setempat.
"Termasuk TPT di belakang kantor kita juga jebol. Debit airnya sangat lumayan besar. Padahal posisi kecamatan juga ada di atas. Akibatnya, air masuk semua ke ruangan Camat dan arsip, dengan ketinggian sekitar 50 centimeter," kata Ugun Gurmilang, Rabu, 28 Januari 2026.
Atas bencana longsor yang mengakibatkan TPT jebol, Camat Ugun mengaku langsung melakukan koordinasi dengan DPUPR agar segera dilakukan pembangunan TPT kembali.
"Alhamdulillah direspon baik oleh Dinas PUPR Kabupaten Serang, saat ini tengah dibangun lagi (TPT)," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan pada DPUPR Kabupaten Serang, Ade Irfansyah ditemui saat meninjau pembangunan TPT di Kantor Kecamatan Ciomas mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan pembangunan TPT akibat longsor sudah berjalan sekitar lima hari.
"Jadi kita tangani dengan pemasangan TPT sekitar 30 meter, yang tujuannya untuk mengamankan jalan yang menuju akses perkampungan tepatnya warga Kampung Kurung Kotok, Desa Panyaungan Jaya," ujarnya.
Ade memastikan, DPUPR Kabupaten Serang akan bergerak cepat dalam penanganan pasca bencana untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
"Selain di Kecamatan Ciomas, kami juga saat ini tengah membangun Bronjong sepanjang 60 meter dengan ketinggian tiga meter di bantaran Sungai Cilehem, tepatnya di Kampung Cilehem, Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, yang sebelumnya longsor," ujarnya. (*/red)




