Jakarta| Jalan poros simpang tanjung sukaraja, gedung pakuon, sundan bunga tanjung menjadi sorotan warga kecamatan lengkiti.
Indra, aktivis banten, warga gedung pakuon yang berdomisili di banten menyoroti keras pelaksanaan proyek jalan poros lengkiti yang dikerjakan awal tahun 2024 hingga sampai Desember 2024 mangkrak .dengan anggaran Rp. 9.214.255.657 yang bersumber dari anggaran BKBK(PPN+PPH) tahun 2024
Sampai tahun 2025 menuai sorotan tajam warga kecamatan lengkiti
Yang mana seharusnya proyek jalan poros lengkiti rampung Desember 2024 yang dikerjakan CV ADHYA CIPTA NAWASENA
bersumber dari dana APBD dan BKBK (PPN+PPH) kabupaten ogan komering ulu provinsi Sumatra Selatan
Jalan cor poros lengkiti tahun 2024 menelan anggaran fantastis 9 miliar lebih
Hingga mei 2025 proyek tersebut mangkrak. frogres diklaim baru mencapai 40 persen
Berdasarkan pasal 4 undang undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tgl 1 Januari sampai dengan 31 Desember
Undang undang nomor 1 tahun 2004 tentang perbendahara negara
pasal 11 disebutkan bahwa tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember
Dalam arti, tanggal 31 Desember pelaksanaan aktivitas anggaran pada tahun berkenan telah berakhir.
Sementara proyek yang dikerjakan oleh CV DOMIKA PERSADA tahun 2025 menelan anggaran RP.1.487.857.320,00
dan baru dikerjakan awal tahun 2026 seharusnya proyek tahun 2025 berakhir 31 Desember tahun 2025 .
Kalau kontrak sudah di tandatangani maka wajib pengerjaan selesai di akhir Desember 2025
Pakta dilapangan yang ditemukan awak media pengerjaan baru berjalan sekitar empat hari yang dikerjakan Januari 2026.
Ini bukan sekedar kelalaian, tapi bentuk pelanggaran hukum murni.
Indra menegaskan, proyek tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan adendum kontrak.
Menurutnya ,adendum hanya bisa dilakukan jika pekerjaan sudah berjalan dan terdapat perubahan atau penambahan item pekerjaan.
Ini belum berjalan sama sekali di tahun anggaran 2025
yang tertera dipapan proyek tidak tercantum jadwal pelaksanaan, masa kerja , dapat mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap standar transparansi proyek publik.
Indra berharap dinas pekerjaan umum(PU) bertanggung jawab atas infrastruktur jalan cor poros lengkiti
Dan inspektorat daerah ogan komering ulu Sumatra Selatan secepatnya turun meninjau langsung proyek jalan poros lengkiti
Sampai berita ini ditayangkan belum ada pihak terkait yang bisa di konfirmasi.
Penulis : Indra Praja





